20 Januari 2017

Asuhan Keperawatan Sirosis Hepatis

Asuhan Keperawatan (Askep) Sirosis Hepatis – Merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Pada awal kemunculan, sel-sel hati biasanya mengalami nekrosis terlebih dulu dan kemudian membentuk jaringan distorsi arsitektur hati normal oleh lembar-lembar jaringan ikat dan nodul demi tujuan regenerasi. 

Sampai akhirnya, jaringan tersebut menimbulkan perubahan sirkulasi mikro dan makro, gangguan fungsi seluler bahkan menghambat aliran darah ke hati. Sedangkan menurut para buku Price & Wilson bahwa “Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronik yang dicirikan dengan distorsi arsitektur hati normal oleh lembar-lembar jaringan ikat dan nodul-nodul regenerasi sel hati, yang tidak berkaitan dengan vaskulatur normal”. (Price & Willson, 2005, hal : 493)”.
Asuhan Keperawatan Sirosis Hepatis
Etiologi
Masuk ke etiologinya, seperti diketahui oleh umum terdapat 3 tipe sirosis hepatis antara lain,
1. Sirosis portal Laennec yaitu terbentukanya jaringan parut yang khas di sekeliling portal. Seringkali penyebab utamanya alkoholis kronis. 
2. Sirosis pasca nektrotik yaitu adanya pita jaringan parut cukup lebar sebagai lanjutan dari virus hepatitis yang telah terjadi sebelumnya. 
3. Sirosis bilier yaitu pembentukan jaringan parut dalam hati hingga daerah saluran empedu. Biasanya terjadi karena obstruksi biler kronis atau infeksi. 

Patofisiologi
Mengenai patofisiologi Askep Sirosis Hepatis berawal dari perlukaan hepar dari ketiga penyebab diatas tadi. Tentu dalam waktu akut maupun kronis kerusakan pada beberapa sel akan direspon cepat untuk membentuk ekstraselular matriks yang mengandung kolagen, glikoprotein dan proteglikans dimana sangat berperan supaya mengembalikan peranan beserta fungsi hati. 

Efeknya, timbulah jaringan parut disertai nodul-nodul sel hingga organ utama akan mengalami pembengkakan. Ditambah dengan kapilarisasi dan kontraktilitas sel bernama stellata menyebabkan banyak tekanan di pembuluh vena yang secara langsung menganggu proses aliran darah ke sel hati. 

Dan jika lama-kelamaan kecukupan darah maupun oksigen berkurang, maka organ tersebut ikut mengalami kematian. Terlebih jika sifatnya hepatocytes, bisa dibilang hampir semua fungsi hati tak berjalan normal sehingga memunculkan gejala klinis tertentu seperti ikterus, febris intermiten, nyeri abdomen, pembesaran hati, bagian perut tepi bawah kanan menjadi keras serta asites. 

Jadi, untuk memastikan apakah penderita mengalami sirosis hepatis, tentu pemeriksaaan penunjang sangatlah diperlukan mulai dari laboratorium DR (darah rutin), albumin, kadar elektrolit serta foto radiologi.

Adapun untuk masalah diagnosa keperawatan yang seringkali didapat yakni, 
1. Perubahan status nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia dan gangguan gastrointestinal.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan berat badan.
3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan pembentukan edema.
Baca artikel terkait Asuhan Keperawatan Malaria
Lalu, bagaimana langkah intervensi dan implementasi untuk penanganan lebih lanjut? Sebaiknya, download lengkap Asuhan Keperawatan Sirosis Hepatis dibawah ini. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top