4 Oktober 2016

Asuhan Keperawatan Malaria

Asuhan Keperawatan (Askep) Malaria – Merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit kelompok dari Plasmodium dan berada di sel darah merah atau sel hati lewat penularana nyamuk anopheles. Umumnya spesies ini dikenal banyak sekali sampai 80 hingga terindentifikasi sejumlah 18 sebagai vector malaria. 

Adapun menurut Mansjor (2001), Malaria adalah penyakit dengan sifat akut maupun kronik yang disebabkan oleh protozoa genus plasmodium dengan tanda gejala demam, anemia dan splenomegali. Jika menelisik ke etiologinyaya, ternyata ada empat jenis spesies dimana kerap menjadi penyebab utama diantaranya plasmodium falciparum, vivax, malarie dan ovale. 
Sementara itu, gejala atau manifestasi klinik penyakit malaria dapat berupa demam tinggi dengan interval tertentu (parokisme), kemudian diselingi periode laten cukup lama. Artinya klinis utama yang bisa langsung dilihat yakni demam, menggigil secara berkala serta sakit kepala dan dalam hal ini disebut juga “Trias Malaria”.

Sedangkan pada malaria berat, penderita bisa saja mengalami kejang-kejang bahkan sampai koma. Adapun untuk usia-usia muda seperti anak-anak, klinisnya tidak begitu jelas namun yang paling menonjol adalah terkena diarea dan anemia.

Patofisiologi

Berkaitan dengan patofisiolosi Askep Malaria bermula dari masuknya parasit tadi ke dalam tubuh, lalu mengalir ke pembuluh darah hingga menimbulkan gangguan seperti melekatnya eritrosit pada endothelium kapiler. Pada awalnya mungkin akan terjadi patogenesi demam dan peradangan akibat reaksi leukosit dan fagosit sebagai antibodi (imun) alami tubuh. 

Meski sporozoit maupun gametosit tidak mengalami perubahan patofiologik, akan tetapi penghancuran eritrosit oleh fagositosis eritrosis karena hadirnya parasit mengakibatkan anemi bahkan anoksia jaringan. Pun sampai batasnya, penderita yang terinfeksi malaria mengalami demam, hipoglikemia serta sindrom penyakit pernafasan seperti ARDS (Adult Respiratory Disease Sindrom). 

Pemeriksaan Penunjang
Tegaknya diagnosa medis malaria, haruslah didasarkan oleh pemeriksaaan penunjang mulai dari pemeriksaan darah, tes antigen:o-f test, tes serologi dan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction). Kesemua ini mampu mendukung kepastian penderita apakah terkena infeksi penyakit tersebut atau tidak agar nantinya bisa segera dilakukan penanganan lebih lanjut. 

Asuhan Keperawatan 
Pengkajian pada asuhan keperawatan Malaria, tidak hanya berfokus pada data subyektif saja melainkan juga data obyektif seperti tanda-tanda fital, pemeriksaaan fisik, hasil laboratorium sampai tanda sindroma anemia berat yang ditandai kadar hemoglobin (HB) kurang dari 6mg/dl. Sedangkan diagnosa prioritas utama meliputi,

1. Peningkatan suhu tubuh/ hipertermia b.d peningkatan tingkat metabolisme, dehidrasi, perubahan pada regulasi temperatur. 
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. d mual, muntah dan anoreksia.
3. Nyeri akut, sakit kepala b.d peningkatan tekanan vaskular serebral
4. Gangguan mobilitas b.d kelemahan tubuh
Baca artikel terkait Asuhan Keperawatan Hipertensi
Terkait intervensi dan kriteria hasil, secara lengkapnya bisa langsung anda download Asuhan Keperawatan Malaria dibawah ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top