30 September 2016

Asuhan Keperawatan Hipertensi

Asuhan Keperawatan (Askep) Hipertensi – Merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik seseorang telah mencapai lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmHG (berdasarakan sumber Bruner dan Suddarth). Jadi ada kemungkinan bahwa terjadinya hal tersebut berkenaan dengan gangguan peredaran darah tepi yang ditandai adanya gejala khas. 

Sebelum mengarah kesana mari terlebih dulu memahami pengelompokkan hipertensi, terbagi menjadi 3 yaitu,

Hipertensi ringan, tekanan sistolik berada di angka 140-150 mmHg dan diastolik 90-100 mmHg
Hipertensi sedang, keadaan sitolik mulai meningkat 160-180 mmHg sedangkan diastolik 100-110 mmHg
Hipertensi berat, tekanan sistolik lebih dari 185 mmHg serta diastolic diatas 110 mmHg
Asuhan Keperawatan Hipertensi
Seringkali hipertensi menjadi penyebab utama gagal jantung, strok maupu ginjal. Bahkan disebut pula “pembunuh berdarah dingin” karena hampir tidak terlihat tanda gejala pada umumnya. Selain terdapat penyebab eksternal seperti obesitas, konsumsi alkohol dan gangguan emosi juga dipengaruhi faktor internal keturunan atau genetik. 

Menelisik lebih jauh terkait patofisiologi hipertensi, mulanya mekanisme kontriksi dan relaksasi terjadi pada pembuluh darah yang ada di pusat vasomotor, medulla di otak. Lalu berlanjut ke bawah korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ke ganglia simpatis di toraks serta abdomen. Karena rangasangan dari pusat vasomotor berbentuk impuls, maka pergerakanya tentu melalui saraf simpatis melewati ganglia simpatis hingga mengakibatkan kontriksi pembuluh darah. 

Untuk manifestasi klinisnya, terdiri dari beberapa gejala khas apalagi saat jantung sudah tak kuat lagi menahan beban kerja antara lain nokturia (peningkatan urinasi pada malam hari dan azotemia (peningkatan nitrogen urea darah dan kreatinin), ganggaun penglihatan serta hemiplegia ( kelumpuhan ekstrimitas pada satu sisi). 

Berkaitan dengan diagnosa keperawatanya, meliputi 5 prioritas utama, 

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload vasokontriksi
2. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan retensi natrium sekunder penurunan GFR
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan tubuh.
4. Resiko injuri berhubungan dengan kesadaran menurun
5. Gangguan rasa nyaman : nyeri kepala berhubungan dengan peningkatan tekanan pembuluh darah otak.
Baca artikel terkait Chronic Kidney Disease (CKD)
Memang secara khusus, hipertensi bisa dikatakan bukanlah penyakit melainkan tanda yang mengakibatkan suatu penyakit tertentu. Lantas bagaimana cara efektif supaya dapat melakukan asuhan terhadap penderita seperti ini? Silahkan download saja Asuhan Keperawatan (Askep) Hipertensi dibawah ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top