2 Maret 2016

Asuhan Keperawatan Ulkus Kornea

Asuhan Keperawatan (Askep) Ulkus Kornea - Adalah ulserasi kornea yaitu adanya kerusakan (destruksi) tepatnya di bagian epitel kornea. Diantara penyebabnya meliputi faktor eksternal dan faktor internal, berikut penjelasan lebih detail.
Asuhan Keperawatan Ulkus Kornea

A. Faktor Eksternal 

Umumnya berkaitan dengan luka pada kornea (erosio kornea), akibat trauma, penggunaan lensa mata yang terlalu lama, luka bakar di daerah muka serta reaksi hipersensivitas. 


B. Faktor Internal

Bisa saja karena kelainan pada bulu mata (trikiasi), sistem air mata seperti sumbatan ataupun insufisiensi air mata, kelainan kornea (oedema kornea kronik, exposure –keratitis, defisiensi vitamin A, neuroparalitik, keratitis superfisialis), kelainan sistemik (sindrom stevens-jhonson, malnutrisi, alkoholisme, defisiensi imun), obat – obata penurun mekanisme imun (contohnya IUD, kortikosteroid, anestetik golongan lokal maupun imunosupresif)

Etiologi
Sedangkan berdasar etiologiya, ulkus kornea disebabkan oleh bakteri atau kuman semisal streptokokus pneumonia, jenis virus (herpes simplek, vaksinia, variola, zooster) dan beberapa jenis jamur golongan kandida, sefalosporium, fusarium hingga arpegilus. Mulanya ulkus akan terbentuk dari bagian sentral kornea dengan lalu lambat laun terjadi infiltrate bewarna kebau – abuan disertai oedema dan stroma. Kemudian penyebaran tak dapat dihindarkan sehingga menimbulkan perforasi kornea. Namun tidak semua ulkus berakhir demikian mengingat tergantung penyebabnya masing – masing.

Berkaitan dengan tanda – gejala, biasanya tampak sikatrik kornea di membrane bowman, rasa sakit lakrimasi, fotofobia, hilangnya sebagian jaringan kornea, adanya infiltrate dan yang lebih berat lagi dapat terjadi iritis dibarengi hipopion.

Penatalaksanaan
Untuk langkah penatalaksanaan pasien dengan ulkus kornea, akan lebih baik jika dirawat penuh dengan diberikan tetes antrimikorba sampai pemeriksaaan berkala oleh ahli opthalmologi. Kompres air dingin kadang juga diperlukan demi menjaga kebersihan area di sekitar mata penderita. Pantau terus peningkatan tanda – tanda TIO dana mungkin saja diperlukan obat – obatan sejenis asetaminofen dalam pengontrolan nyeri skala sedang atau berat.

Berlanjut ke pengkajian Askep Ulkus Kornea, tentu data subyektif dan data obyektif tidak boleh terlewatkan. Mulai dari keluhan penderita yang dirasakan, pola kesehatan fungsional serta pemeriksaan neurosensori. Adapun pada data obyektif paling tidak harus ada tes ketajaman penglihatan (snellen telebinokuler, pengukuran tonografi (TIO, normalnya 15-20 mmHg), pemeriksaan, oftalmoskopi dan tes toleranasi glukosa. Bila diperlukan pemeriksaaan darah lengkap atau EKG mungkin saja mampu menunjang penegakkan diagnose keperawatan.

Bahasan inti dari keseluruhan pengkajian yakni merumuskan diagnosa sekaligus merumuskan intervensi hingga akhir evaluasi. Diantara fokus diagnosanya yakni
1.Ketakutan atau ansietas b.d kerusakan sensori dan kurangnya pemahaman mengenai perawatan pasca operatif,
2.Nyeri b.d trauma peningkatan TIO atau pemberian teets mata dilator,
3.Resiko terhadap cidera b.d kerusakan penglihatan,
4.Potensial kurangnya perawatan diri b.d kerusakan penglihatan,
5.Perubahan persepsi sensori:visual b.d kerusakan penglihatan
6.Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi mengenai perawatan diri dan proses penyakit.
Baca artikel terkait Asuhan Keperawatan Katarak
Sebenarnya masih ada 2 tahap untuk rumusan keseluruhan data, jadi lebih lengkapnya silahkan download Asuhan Keperawatan Ulkus Kornea dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top