4 Maret 2016

Asuhan Keperawatan Stroke

Asuhan Keperawatan (Askep) Stroke – Menurut WHO, stroke adalah tanda klinik gangguan fungsi otak fokal secara global dengan gejala – gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih bahkan menyebabkan kematian tanpa adanya faktor lain selain vaskuler.

Bedanya terhadap stroke hemoragik yaitu terdapat disfungsi neurologi fokal akut yang disebabkan oleh perdarahan primer subtansi otak. Jadi bukan karena trauma kapasitis melainkan karena pecahnya pembuluh darah arteri, vena maupun kapiler.

Lantas, bagaimana dampaknya pada kondisi tubuh penderita? Beberapa dampak individu antara lain gangguan perfusi jaringan otak (akibat dari sumbatan pembuuh darah otak), gangguan komunikasi verbal ( menurunya sirkulasi serebral, kerusakan neuromuskuler, kelemahan otot wajah), ganggguan mobilitas fisik (terjadi kelemahan, kelumpuah persepsi kognitif), gangguan nutrisi (akibat kerusakan persyarafan), gangguan psikologis (berupa ketakutan atau perasaan tidak berdaya), gangguan eliminai (khususnya pada pasien tidak sadar, imobilisasi, hilangnya kontrol miksi), gangguan penglihatan (karena penurunan ketajaman mata dan lapang pandang).
Asuhan Keperawatan Stroke
Patofisiologi
Beranjak ke proses patofisiologinya, dimulai dari hiperteni kronik yang kemudian menyebabkan pembuluh arteriola mengalami patologik berupa hipohialinosis, nekrosis fibrinoid hingga aneurisma tipe Bouchard. Disisi lain, kenaikan volume pada area tersebut tentu menginduksi akan pecahnya pembuluh darah bahkan bila berlanjut sampai 6 jam maka beresiko merusak struktur anatomi otak.

Sedangkan dalam perdarahan luas, bisa saja terjadi destruksi massa otak, peningkatan TIK (tekanan intra cranial) dan mengakibatkan herniasi otak pada falk serebri. Selain terdapat kerusakan parenkim otak, adanya jumlah volume perdarahan yang banyak berimbas terhadap menurunya perfusi otak serta terganggunya drainase otak.

Terkait askep pada pasien stroke, langkah awal yang wajib dilakukan yakni pengkajian. Seperti pada umumnya, pengkajian dibagi menjadi 2 bagian (subyektif dan subyektif), 

Pertama, data subyektif diambil dari keluhan utama pasien lalu disertai dengan beberapa pengkajian pola kesehatan fungsional.

Kedua, data obyektif di dapat dari pemeriksaan fisik(keadaan umum, integument, dada, kepal, lehe, ekstremitas dll). Tak lupa, data Askep Stroke biasanya dibarengi adanya pemeriksaaan penunjang mulai CT scan, MRI, thorax, pungsi lumbal, pemeriksaan darah rutin serta kimia darah yang mana kesemua itu dapat mendukung penegakkan diagnosa keperawatan.

Setelah pengkajian selesai, maka akan diambil beberapa data akurat untuk merumuskan diagnosa keperawatan sesuai prioritas yang dirasakan oleh pasien, antara lain

1.Gangguan perfusi jaringan otak b.d perdarahan intracerebral,
2.Gangguan mobilitas fisik b.d hemiparase atau hemiplagia,
3.Gangguan persepsi sensori b.d perabaan yang berkaitan dengan penekanan saraf sensori,
4.Gangguan komunikasi verbal b.d penurunan sirkulasi darah otak,
5.Gangguan eliminasi alvi (konstipasi) b.d imobilisasi atau intake cairan tidak adekuat,
6.Resiko gangguan nutrisi b.d kelemahan otot mengunyah dan menelan,
7.Kurangnya pemenuhan perawatan diri b.d hemiparase attau hemiplagia,
8.Resiko ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d penurunan reflek batuk dan menelan
9.Resiko gangguan integritas kulit b.d tirah baring lama
10.Ganggaun eliminasi uri (inkontinensia uri) b.d penurunan sensasi disfungsi kognitif.
Baca artikel terkait Pengertian Asuhan Keperawatan 
Terakhir, tinggal perencaaan dan evaluasi. Lebih lengkapnya, silahkan download Asuhan Keperawatan Stroke dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top