3 Maret 2016

Asuhan Keperawatan Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Asuhan Keperawatan  (Askep) Penyakit Jantung Koroner (PJK) – Adalah suatu kelainan yang terjadi akibat penyempitan di daearah pembuluh arteri dimana sebagai jalan untuk aliran darah ke otot jantung. Oleh sebab itu, sumbatan tersebut membuat ketidakseimbangan antara input dan kebutuhan oksigen sehingga berujung pada kerusahakn fungsi – fungsi jantung.

Dalam bahasa medis,PJK seringkali disebut dengan iskemik heart disease (IHD). Gejala atau tanda umum yang seringkali dijumpai yaitu angina pectoris, angina prinzmetal, angina tak stabil, disritmia cordis dan infark miokard. 
Asuhan Keperawatan Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Patofisiologi
Dilihat dari patofisiologinya, perubahan awal ditandai dengan penimbunan lemak seperti plak – plak aterosklerosis lalu mengarah ke perubahan intermediate dimana plak akan semakin menumpuk dan mengobstruksi daerah lumen arteri koroner epikardium.

Tentu saja, hal itu juga memberikan efek peningkatan sirkulasi darah sampai 2-3 kali lipat. Karenanya, beban jantung pun ikut meningkat dan akhirnya bermanifestasi berupa angina (nyeri) hingga iskemik. Kemudian dalam fase perubahan akhir, terjadilah ruptur di bagian superficial yang membuat situasi semakin tak stabil.

Maka terpaparnya isi plak dengan darah, secara otomatis memicu serangkaian proses platelel agregasi dan terus menerus menambah obstruksi dari lumen pembuluh darah. Puncak Penyakit Jantung Koroner (PJK) yakni berawal dari perubahan fungsi sistolik maupun diastolik disusul gangguan impuls listrik (gelombang ST-T) sampai timbullah keadaan infark miokard.

Etiologi
Beralih ke faktor – faktor resiko, ada sekitar 9 penyebabnya meliputi aktivitas merokok secara berlebihan, asupan garam berlebihan, obesitas, hiperlipoproteinemia, hipertensi, hiper exercise, obat – obatan golongaan tertentu (amfetamin, trisiklik, NSAIDs, mineralkortikoid), diabetes mellitus (kencing manis) dan alkoholisme. 

Bukan tidak mungkin, faktor diatas juga menimbulkan berbagai maam komplikasi daripada PJK itu sendiri misalnya gagal jantung kongestif, disfungsi otot papilaris, syok kardiogenik, rupture jantung, tromboembolisme, defek septum ventrrikel, perikarditis, aritmia serta sindrom dressler. 

Memasuki tahap pengkajian Asuhan Keperawatan Penyakit Jantung Koroner (PJK), sudah sepantasnya data subyektif dan data obyektif turut andil untuk mendukung penegakkan diagnose keperawatan. Data subyektif, jelas berasal dari keluhan yang pasien (klien) rasakan, dibarengi pula dengan data pengkajian kesehatan fungsional baik menurut Gordon atau lainya.

Adapun data oyektif terdiri dari EKG ( adanya gelombang patologik peninggian segmen S-T yang konveks dan biasanya muncul gelombang T negative), Laboratorium (creatinn dan enzim CKMB untuk menilai kerusakan otot jantung), SGOT (serum glurami oxalotransaminase test,akan naik 12-24 jam sehabis serangan), LDH ( latic de-hydrogenase, biasanya naik setelah 48 jam). Pemeriksaaan lain yang sekiranya dapat menunjang seperti LED, glukosa dan radiologi (pembesaran dari jantung). 

Langkah berikutnya yakni diagnosa dan intervensi keperawatan. Diantara fokus diagnosasnya meliputi

1.Nyeri b.d ketidakseimbangan suplai O2 dengan tuntutan kebutuhan miokard,
2.Cardiac output yang menurun b.d faktor – faktor elektrik (disritmia) penurunan kontraksi miokard atau kelainan struktur (disfungsi muskulus papilaris dan rupture septum ventrikel),
3.Kecemasan meningkat b.d keutuhan tubuh yang terancam,
4.Intoleransi aktivitas b.d insufisiensi O2 untuk aktivitas hidup sekunder akibat iskemia jantung.
Baca artikel terkait Asuhan Keperawatan Ulkus Kornea
Terkait intervensi hingga evaluasi, lebih lengkapnya silahkan download Asuhan Keperawatan Penyakit Jantung Koroner (PJK) dibawah ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top