1 Maret 2016

Asuhan Keperawatan Katarak

Asuhan Keperawatan (Askep) Katarak - Merupakan opesitas lensa kristalina, dalam artian yang seharusnya normal malah kehilangan transparansi ketika melihat. Hal ini biasa ditimbulkan oleh proses penuaan namun juga bisa karena faktor gentik saat kelahiran (katrak kongenital).

Disisi lain, faktor ada beberapa faktor pemicunya seperti penyakit diabtes melitus, hipopara tiroidisme, pemajanan radiasi atau UV yang lama serta kelainan mata (uveitis anterior. Menurut Allen dalam bukunya, katarak terbagi menjadi 2 kelompok yakni,
Asuhan Keperawatan Katarak
Pertama, Developoment Catarak, adalah terjadi pembentukan lensa fiber dan akan selalu mengganggu selam masa pertumbuhan (kongenital dan juuvenile katarak)
Kedua, Degeneratif Catarak, adalah lensa fiber pada awalnya telah terbentuk namun karena suatu penyebab sehingga mengalami degenerasi dan lensa menjadi keruh (katarak senile)

Sedangkan pada tahap stadiumnya, terdapat 4 fase, diantaranya meliputi:

1. Stadium insipien yaitu berawal dari kekaburan bagian perifer lensa, lambat laun berefek ke bagian inti lensa sehingga mirip seperti terali besi (roda sepeda). Dalam bahasa medis, keadaan tersebut dinamakan katarak stasioner.

2. Stadium intumesen (imatur) yaitu terjadi ketika lensa mulai membengkak lalu menarik cairanyang berada di sekitar jaringan mata. Salah satu ciri pada kelainan ini, penderita akan mengalami myopia, astigmatisme dan bayangan iris terlihat di lensa.

3. Stadium maturesen (matur) yaitu lensa sudah nampak kabur lebih pada dari sebelumnya dan berdasar sumber tahap ketiga merupakan yang paling cocok untuk dilakukan operasi segere karena akan mudah memisahkan dari kapsulnya.

4. Staidum hipermatur, umumnya akan ditemukan perubahan banyak bahkan katarak menjadi begitu lembek sampai mencari seperti susu. 

Beralih ke patofisiologi Asuhan Keperawatan Katarak, mulanya lensa mata normal itu bercirikan struktur posterior iris jernih, membentuk kancing baju, transparan dan memiliki kekuatan refraksi besar. Seseorang dengan usia yang semakin menua, tentu nucleus di dalam lensa mengalami penurunan menjadi coklat kekuningan. Tak jarang pula, perubahan kimia untuk mengakibatkan hilangnya transparansi lensa dimana serabut halus multiple (zumula) memanjang dari bvadan silier dan akhirnya menyebabkan distorsi pada penglihatan. 

Lebih dari itu, bisa saja efek sampingnya mengarah ke gangguan koagulasi yang ujung - ujungnya mengabutkan pandangan dengan menghambat masuknya cahaya ke retina. Sebuah teori lain mengatakan bahwa ada suatu enzim khusus yang berperan melindungi lensa dari degenerasi, namun seiring penurunan fisik atau usia maka tidak dapat dipungkiri bila jumlah enzim tersebut akan menurun dan membuka resiko seseorang menderita katarak. 

Tanda - tanda yang bisa dijadikan sebagai penunjang diantaranya visus menurun (proses kekeruhan), terlihat bintik - bintik hitam di suatu lapang pandang (posisi tertentu), pada penderita tipe nucleus penglihatan biasanya lebih terang saat senja dibanding siang hari dan pada tipe korteks sebaliknya, myopia yakni proses pengabsorpsian air di sekitar lensa yang mengakibatkan lensa berubah cembung dan diplopia atau poliplopia (pengaruh irreguler dari lensa mata). 

Data berikut hanyalah sebagian dari kelengakapan data penunjang Askep Katarak, jadi perlu data lain misalnya penyinaran samping serta offtalmoskope demi menguatkan penegakkan diagnosa medis maupun diagnosa keperawatan. Untuk pembahasan diagnosa keperawatan, hanyalah terdiri dari 3 macam yaitu sebelum dan sesudah operasi.

Pertama, cemas b.d kurangnya pengetahuan terhadap prosedur operasi (pre operasi),
Kedua, nyeri b.d tindakan operasi (intra operasi),
Ketiga, resiko tinggi infeksi b.d luka post operasi (pasca operasi).
Adapun fokus intervensi hingga evaluasi lebih lengkapnya, silahkan download Asuhan Keperawatan Katarak dibawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top