7 Februari 2016

Asuhan Keperawatan Infeksi Saluran Kemih

Asuhan Keperawatan (Askep) Infeksi Saluran Kemih (ISK) - Istilah ini umumnya dipakai untuk menyatakan adanya gangguan atau infeksi di daerah saluran kemih. Penyebab terbanyak dikarenakan oleh bakteri - bakteri gram-negatif yang terdapat di usus.

Kenapa bisa terjadi? Alasan sudah jelas bahwa bakteri sejenis E.Coli, Enterococcus dan Stapilococcus seringkali menuju ke sistem saluran kemih sehingga akibat dari berpindah tempat tersebut ikut mempengaruhi keaktifan bakteri dalam menginfeksi lingkungan sekitar. 

Bakteri lain yang ikut andil menimbulkan ISK melalui jalur hematogen ialah aktinormises, tuberkolosae, brusela, nokardia dan mycovacterium. Tidak menutup kemungkinan jenis virus seperti adenovirua tipe 11, 12 juga menjadi penyebab infeksi saluran kemih. 
Asuhan Keperawatan Infeksi Saluran Kemih
Masuknya mikroorganisme ke area saluran kemih dapat melalui berbagai jalan mulai kontak langsung dari tempat infeksi, pemakaian alat berupa kateter, lewat hematogen maupun limfogen. Beralih pada gejala klinisnya, awal - awalnya memang tidak menunjukkan tanda khas bahkan tanpa gejala. Namun setelah berjalan beberapa hari - hari, biasanya akan muncul rasa sakit di uretra saat kening, merasa tak enak di supra pubik, nyeri pinggan, menggigil, demam tinggi dan mual-muntah.

Menuju pembahasan Asuhan Keperawatan Infeksi Saluran Kemih selanjutnya yakni data - data penunjang berupa pemeriksaaan diagnostik. khusus pada masalah tersebut, ada pemeriksaan yang harusnya dilakukan yakni urinalisis (hematuria atau leukosuria), bakteriologis, tes plat celup (Dip-slide) dan radiologist (optional). Sebagai catatan, jangan melupakan pengkajian utama berupa data subyektif hingga data obyektif.

Disisi lain, pola kesehatan fungsional juga tak boleh terlewatkan demi menegakkan diagnosa keperawatan. Bicara soal diagnosa, ada 3 prioritas utama dalam menangani Infeksi Saluran Kemih dari tenaga kesehatan (perawat) antara lain 

1. Nyeri akut b.d peningkatan frekuensi atau dorongan kontraksi uretral,
2. Perubahan eliminasi urine b.d akibat iritasi uretra,
3. Kekurangan volume cairan b. d resiko tinggi nousea vomitus sekunder terhadap iritasi saraf abdominal. 
Terakhir, Askep Infeksi Saluran Kemih pasti tidak lepas dari cangkupan intervensi dan evaluasi. Keduanya tidak boleh dipisahkan karena saling berkaitan. Dalam artian ketika intervensi telah diterapkan sesuai target oleh seorang tenaga kesehatan (perawat) maka di akhir catatan evaluasi pun harus ikut ditulis. Lebih lengkapnya, silahkan download Asuhan Keperawatan Infeksi Saluran Kemih (ISK) dibawah ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top