28 Februari 2016

Asuhan Keperawatan Infark Miokard Akut (AMI)

Asuhan Keperawatan (Askep) Infark Miokard Akut (AMI) - Adalah jenis penyakit yang mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung dikarenakan suplai oksigen darah tidak adekuat. Jadi, di beberapa otot jantung mengalami kematian bahkan tak jarang jika AMI berlanjut biasanya terdapat nekrosis miocard. Ada banyak sekali faktor penyebab (etiologi) dimana secara teori dibagi dalam 3 hal yaitu:
Asuhan Keperawatan Infark Miokard Akut (AMI)
1. Suplai oksigen yang kurang ke jantung. Hal ini bisa diakibatkan oleh faktor gangguan pembuluh darah semisal aterosklerosis (penumpukan lemak di pembuluh darah), spasme dan arteritis (inflamasi para pembuluh arteri). Lalu faktor sirkulasi meliputi stenosis aorta, insufisiensi dan hipotensi. Kemudian faktor darah, antara lain polisitemia, anemia maupun hipoksemia.

2. Karena curah jantung yang meningkat. Diakibatkan oleh makan terlalu banyak, hipertiroidisme, emosi serta aktifitas berlebihan.

3. Adanya peningkatan kebutuhan oksigen oleh jantung (miokard) akibat hypertropimiocard, kerusakan micorad itu sendiri dan hipertensi diastolik. 

Sedangkan pada kasus tertentu, faktor predisposisi terkadang juga termasuk salah satu penyebabnya mulai dari biologis (hereditas, usia lebih dari 40 tahun, jenis kelamin) hingga faktor resiko dari penyakit lain (diabetes melitus, obesitas, hipertensi, hiperlipidemia). 

Merujuk pada tanda gejala Asuhan Keperawatan Infark Miokard Akut (AMI) terdapat TRIAS (ciri khas) yang umumnya dialami oleh penderita (pasien).

Pertama, nyeri daa terjadi begitu saja bahkan mendadak dan terjadi terus menerus (biasanya diatas regional sternal bawah dan abdomen bagian atas).
Kedua, keparahan nyeri semakin meningkat serta menetap sehingga rasa tak tertahankan (seperti tertusuk - tusuk) sampai menjalar ke area bahu dan menuju lengan kiri.
Ketiga, nyeri tersebut seringkali disertai dengan sesak nafas, kepala pusing (pening), mual muntah serta diaforesis berat.

Berlanjut ke pemeriksaaan penunjang, tentunya enzim jantung merupakan indikator utama untuk menegakkan diagnosa medis apakah pasie (klien) mengalami AMI atau tidak. Pemeriksaanya yaitu CKMB, LDH dan SGOT-SGPT yang kesemuanya ditemukan ada tanda - tanda peningkatan diatas batas normal. Tak lupa pula bahwa pemeriksaaan EKG di fase awal akan ditemukan adanya gelombang T tinggi dan simetris. Setelah itu, terdapat ST elevasi di segmen antara V1-V6. Disisi lain, foto dada dapat diambil pula demi memastikan pembesaran jantung yang memungkinkan dugaan GJK (gagal jantung kronik) atau aneurisma ventrikuler. 

Beralih ke pengkajian primer, pemeriksaaan ABC (airways, breathing dan circulation) sangatlah penting untuk diterapkan supaya pasien menstabilkan kondisi meskipun masih tak cukup. Khusus pada pengkajian skunder, sebagai perawat setidaknya memfokuskan data subyektif dan obyektif.

Di area subyektif, pasti bisa langsung didapatkan dari pasien (bila kondisinya sadar penuh) namun jika tak memungkinkan maka lakukan pengkajian lewat data obyektif terutama pada tanda - tanda vital serta pemeriksaaan bunyi jantung. Terakhii untuk data pelengkap sebisa mungkin menambahkan pengkajian pola kesehatan fungsional agar mengetahui penyebab penyakit secara mendetail apakah berasal dari penyakit lama lalu kambuh atau karena faktor gaya hidup sehari - hari. 

Setelah yakin, segeralah menegakkan diagnosa keperawatan Askep Infark Miokard Akut. Adapun diagnosa prioritas jika menemui pasien seperti ini paling tidak mencakup 8 diagnosa antara lain,

1.Gangguan rasa nyaman nyeri b.d iskemia pada jaringan sekunder terhadap sumbatan arteri,
2.Resiko penurunan curah jantung b.d perubahan faktor - faktor kelistrikan jantung atau penurunan kerja miokard,
3.Gangguan perfusi jaringan b.b iskemik kerusakan otot jantung atu penyempitan pembuluh darah arteri koronaria,
4.Resiko kelebihan volume cairan ekstravaskuler b.d penurunan perfusi ginjal,
5.Peningkatan natrium (retensi air) dan atau peningkatan tekanan hidrostatik,
6.Kerusakan pertukaran gas b.d gangguan aliran darah ke alveoli akibat gangguan membran alveolar-kapiler (atelektasis, kolaps jalan nafas, efema paru (efusi), sekresi berlebihan),
7.Intoleransi aktifitas b.d ketidakseimbangan antara suplai oksigen miocard dan kebutuhan adanya iskemik (nekrotik jaringan) yang ditandai dengan ganggaun frekuensi jantung atau disritmia, 8.Perasaan cemas b.d ancaman aktual terhadap integritas biologis
9.Kurangnya pengetahuan b.d minimnya informasi tentang fungsi atau implikasi penyakit jantung, status kesehatan dan komplikasinya.
Baca artikel terkait Asuhan Keperawatan Asma
Lebih lengkapnya, silahkan download Asuhan Keperawatan Infark Miokard Akut (AMI) dibawah ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top