8 Februari 2016

Asuhan Keperawatan Dengue Hemorhagic Fever (DHF)

Asuhan Keperawatan (Askep) Dengue Hemorhagic Fever (DHF) - Adalah penyakit yang seringkali timbul dimana penyebab utamanya adalah adanya virus dengue. Pada manifestasi klinisnya, penderita akan mengalami demam tinggi, perdarahan, nyeri sendi sampai bertendensi syok. Penularan penyakit DHF ini melalui nyamuk Aides Aegepty. Pada urutan gejala - gejalanya, menurut WHO (1975) terbagi menjadi 4 derajat diantaranya,

Derajat 1: Ditandai dengan demam mendadak yang berlangsung sekitar 2-7 hari tanpa adanya gejala khas seperti perdarahan (melalui uji tourniquet positif)

Derajat 2: Diikuti dengan perdarahan spontan di membran kulit sehingga nampak bintik - bintik merah. Disisi lain, juga bisa terdapat perdarahan pada area sekitar tubuh.

Derajat 3: Adanya derajat 2 kemudian ditambah dengan gangguan pada sirkulasi darah yang bercirikan nadi cepat dan lemah, hipotensi (sistolik < 80mmHg) serta memperlihatkan kulit yang dingin maupun lembab. Terkadang penderita juga mengalami gelisah.

Derajat 4: Gabungan dari tanda diatas ditambah lagi dengan kondisi syok berat, tekanan darah tak dapat diukur, nadi tak teraba bahkan bisa mengalami penurunan kesadaran, sianotik hingga asidosis. 
Asuhan Keperawatan Dengue Hemorhagic Fever (DHF)
Patofisiologi Dengue Hemorhagic Fever (DHF) dititikberatkan pada dampak terserangnya tubuh oleh virus dengue yang kemudian terjadi kerusakan di sistem vaskuler dengan adanya peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah. Terjadilah pengurangan plasma sampai 30% dan tentu saja hal tersebut berakibat pada kenaikan nilai hematokrit sebagai penyebab keadaan hipovolemi serta syok, anoksia jaringan, asidosis serta tidak menutup kemungkinan mengarah ke kematian. Disamping itu, virus dengue juga menyebabkan trombosit menurun drastis (trombositopeni)

Dalam kasusnya, pemeriksaaan laborat begitu penting demi menegakkan diagnosa medis atau diagnosa keperawatan. Khusus pada penyakit DHF, biasanya laboratorium lengkap beserta cek elektrolit menjadi pilihan utama. Dan hasil umum yang didapat bahwa ada peningkatan nilai hematokrit sebesar 20% atau lebih, lalu penurunan angka trombosit dibawah 1000.000 mm3, natrium rendah (125 mEq/l), hiperkalemia, asidosis dan masih banyak lagi. 

Berlanjut ke sistem pengkajian, akan didapatkan keluhan utama penderita (pasien) yakni mendadak demam tinggi yang berlangsung selama 2-7 hari tanpa sebab diikuti dengan petechie di area seluruh kulit (bintik - bintik merah). Memasuki penilain riwayat kesehatan, ada suatu kemungkinan penyakit DHF muncul karena berulang alias pernah terjangkit saat dahulu. 

Kesehatan lingkungan juga berpengaruh apabila dalam tempat tinggalnya kurang pencahayaan sinar matahari dan terlalu banyak genangan air. Beralih ke pemeriksaan fisik, terdapat beberapa kemungkinan penderita mengalami sesak nafas, gelisah, kejang, perdarahan gusi, perdarahan hidung, anuri (sulit kencing) dan kulit kering. 

Asuhan Keperawatan Dengue Hemorhagic Fever (DHF) sudah barang tentu takkan luput dari yang namanya diagnosa keperawatan. Diantara prioritas diagnosanya yaitu

1. Peningkatan suhu tubuh (hipertermi) b.d proses infeksi penyakit,
2. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d mual muntah,
3. Anoreksia dan nyeri telan, gangguan rasa nyaman nyeri epigastria b.d proses inflamasi,
4. Resiko kekurangan cairan b.d perpindahan cairan di vaskuler serta potensial terjadi perdarahan ulang b.d penurunan kadar trombosit (trombositopeni).
Mengingat setelah ini masih ada intervensi dalam setiap masing - masing diagnosa serta evaluasi, lebih lengkapnya, silahkan download Asuhan Keperawatan Dengue Hemorhagic Fever (DHF) dibawah ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top