29 Februari 2016

Asuhan Keperawatan Congestif Heart Failure (CHF)

Asuhan Keperawatan (Askep) Congestif Heart Failure (CHF) – Merupakan penyakit gagal jantung yang ditandai dengan kondisi serius dimana jumlah masukan darah ke jantung tak dapat memenuhi kebutuhan oksigen di dalam jantung. Sedangkan menurut Soeparman dalam buknya, mengartikan suatu keadaan patofisiologik jantung dengan gangguan pemompaan daraha tak mencukupi untuk metabolism jaringan.

Istilah bagi para tenaga kesehatan seringkali mengatakan bahwa kegagalan miokardium dalam mempertahankan fungsi pompanya. Adapun penyebabnya sudah barang tentu karena meningkatnya beban kerja otot jantung sehingga membuat kinerjan otot – otot kontraksi jantung semakin berat. Biasanya penyakit arteri koroner menjadi salah satu penyebab terjadinya gagal jantung. Selain itu, hipertensi, artimisa, infeksi sistemik, infeksi paru – paru, genetik maupun kelainan jantung bisa saja termasuk faktor pemicunya. 
Asuhan Keperawatan Congestif Heart Failure (CHF)
Berdasar patofisologi, awal mulanya timbul vasokontriksi perifer yang menggerse arus darah arteri ke organ – organ kurang vital (kulit, ginjal). Dari sinilah kontraksi vena mulai meningkatkan arus baliknya ke jantung dan mengakibatkan peregangan serabut otot myocardium dan memungkinkan kontraktilitas.

Meski respon pertama kali berdampak pada perbaikan terhadap aliran cardiac output namun akhirnya justru meningkatkan kebutuhan oksigen. Bila penderita tidak dalam kondisi kekurangan cairan maka mulailah peningkatan volume ventrikel yang otomatis memperberat preload serta kegagalan komponen – kompenen di sekitar jantung. 

Beralih pada gejala – gejala CHF, ada beberapa gejala yang dapat mendukung penegakkan diagnosa keperawatan seperti kelelahan saat beraktivitas ringan, angina, cemas, bunyi jantun di S3, oliguri, kulit dingin, dyspneu, kongesti paru, batuk, orthopneu (kesukaran bernafas pada waktu terlentang), rales paru, edema perifer, hati membesar, distensi vena leher, peningkatan central venous pressure (CVP). Setelah itu merujuk pada pengkajian data secara subyektif dan obyektif.

Kedua data tersebut sangat penting agar memperkuat prioritas diagnosa yang diambil oleh seorang perawat. Diantara data subyektif yang telah disebutkan diatas sedangkan data obyektif yaitu data laboratoirum (darah lengkap, CKMB, troponin T), foto thorax (menandakan kardiomegali), rekam jantung (EKG) biasanya menunjukkan iskemik pada area tertentu. Jika semua data telah terkumpul, kini tinggal mengangkat diagnosanya.

Khusus untuk penyakit CHF, terdapat sekitar 5 diagnosa keperawatan antara lain,

1.Gangguan pertukaran gas b.d adanya perpindahan cairan ke dalam alveoli sekunder oedema paru,
2.Kelebihan volume cairan b.d retensi natrium sekunder penurunan GFR,
3.Intoleransi aktivitas b.d kelemahan tubuh,
4.Resiko tinggi kerusakan integritas kulit b.d tirah baring lama, edema
5.Penurunan perfusi jaringan serta cemas b.d kurangnya pengetahuan tentang penyakit jantung.
Kemudian tahap berikutnya focus ke intervensi keperawatan yang masing – masing diagnose memiliki tujuan maupun tindakan keperawatan secara spesifik. Lebih lengkapnya, silahkan download Asuhan Keperawatan Congestif Heart Failure (CHF) dibawah ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top