9 Februari 2016

Asuhan Keperawatan Chronic Kidney Disease (CKD)

Asuhan Keperawatan  (Askep) Chronic Kidney Disease (CKD) - Atau disebut Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal tahap akhir yang sifatnya progresif dan irreversibel. Artinya kemampuan tubuh untuk mempertahankan metabolisme tidak bisa lagi sehingga keseimbangan elektrolit atau cairan tidak mampu bekerja maksimal bahkan penderita umumnya mengalami uremia (retensi urea dan nitrogen).

Secara etiologi penyebab GGK ada banyak sekali mulai dari peradangan (glumerulonefritis, infeksi saluran kemih (pielonefritis kronis), kongenital atau herediter (penyakit ginjal polikistik, asidosis tubulus ginjal), gangguan jaringan penyambung (SLE, sklerosis sistemik), nefropati obstruktif (batu saluran kemih) dan penyakit metabolik (DM, hiperparatiroidisme). 
Asuhan Keperawatan Chronic Kidney Disease (CKD)
Pada patofisiologisnya, kegagalan ginjal terjadi saat nefron - nefron yang utuh hipertrofi dan memproduksi volume filtrasi tinggi sehingga beban ginjal semakin berat apalagi terkati reabsorpsi tubuh tidak maksimal. Dari situlah timbul diuresis osmotik disertai poliuri maupun polidipsi.

Berikutnya karena nefron telah rusak maka retensi produk sisa juga ikut terganggu. Disisi loain, produk akhir daripada metabolisme adalah timbunan protein dalam darah yang menyebabkan uremia bahkan tak jarang mempengaruhi setiap bagian sistem tubuh. Berdasar klasifikasinya, Asuhan Keperawatan Chronic Kidney Disease (CKD), terbagi menjadi 5 stadium yaitu


Stadium 1: bila kada gula tak lagi terkontrol maka pengeluaran akan dilakuklan melalui ginjal. Keadaan tersebut tentu saja memperberat kinerja organ yang mengakibatkan hipertrofi dan hiperfiltrasi. Umumnya penderita mengalami poliuria.

Stadium 2: Insufisiensi ginjal, artinya jaringan di dalam ginjal telah rusak (lebih dari 75%). BUN (bloof urea nitrogen) meningkat sampai ureum/creatinin serum ikut meningkat pula.

Stadium 3: Di beberapa sistem penyaringan ginjal mengalami kerusakan parah seperti pada glomerulus dan tubulus. Ditandai dengan hipertensi dn mikroalbuminuria menetap.

Stadium 4: Adanya penurunan GFR sampai proteinuria. Bahkan penderita bisa saja mengalami hipertensi serta retinopati.

Stadium 5: Termasuk stadium akhir yang ditandai dengan peningkatan BUN, kreatinin plasma sampai penurunan fungsi organ lainya. 

Diantara manfiestasi klinis yang didapatkan meliputi gejala dini dan gejala lanjutan. Gejala dini sendiri ada beberapa ciri khas yakni sakit kepala, kelelahan fisik, berat badan turun, lethargi dan depresi. Sedangkan gejala lanjutan seperti mual muntah, nafas dangkal, anoreksia, udema disertai lekukan dan pruritus parah.

Beralih ke penerapan Asuhan Keperawatan Chronic Kidney Disease (CKD) pasti memerlukan data penunjang termasuk lab darah lengkap ( Hb, leukosit, trombosit, Ht), elektrolit (Na, K, Ca, Phospat, kreatinin, protein dan pemeriksaan urine lengkap. Rekaman EKG bisanya digunakan untuk melihat apakah ada hipertrofi pada ventrikel kiri. Adapun pemeriksaaan USG juga mampu menilai bentuk, pembesaran, korteks dan kepadatan parenkim ginjal. 

Beranjak ke pengkajian, sudah jelas bahwa data subyektif (pola kesehatan fungsional) dan obyektif (gejala, laboratorium penunjang, USG, Thorax dll) sangatlah diperlukan dalam menentukan diagnosa hingga melakukan intervensi.

Secara khusus, pada penderita yang memiliki kesadaran penuh, kedua data mungkin saja bisa didapatkan namun berbeda bila keadaan pasien lemah atau tak sadarkan diri maka fokusnya menggunakan data obyektif. Memasuki tahap diagnosa keperawatan, ada sekitar 7 yang kiranya menjadi prioritas utama antara lain

1.Penurunan curah jantung b.d beban jantung yang meningkat,
2.Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b.d edema sekunder (akibat dari retensi Na dan H2O),
3.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d anoreksi, mudah dan muntah,
4.Perubahan pola nafas b.d hiperventilasi sekunder;p kompensasi melalui alkalosis respiratorik,
5.Kerusakan integritas kulit b.d pruritus,
6.Intoleransi aktivitas b.d oksigenasi jaringan yang tidak adekuat,
7.Kurangnya pengetahuan tentang kondisi tubuh pada tindakan medis (hemodialisa) b.d salah interpretasi informasi.
Lebih lengkapnya, silahkan download Asuhan Keperawatan Chronic Kidney Disease (CKD) dibawah ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back to Top